Panduan

Biaya membuat website yayasan: komponen, kisaran harga, dan cara menghemat.

Diperbarui · Penulis: Kaiser Khan

Jawaban singkat Ditinjau

Berapa biaya membuat website yayasan?

Biaya website yayasan terdiri dari domain, hosting, jasa pembuatan, dan pemeliharaan. Per 25 September 2026, domain .or.id tercantum sekitar Rp48.900–Rp60.000 per tahun dan paket hosting termurah sekitar Rp12.900–Rp19.900 per bulan pada harga promo. Paket jasa yang dipublikasikan agensi berkisar dari Rp390.000 hingga lebih dari Rp5 juta, umumnya dengan biaya perpanjangan tahunan. Kode Nirlaba tidak memungut biaya jasa pengembangan untuk proyek yang diterima.

Apa saja komponen biaya website yayasan?

Ada empat komponen utama: domain (alamat website), hosting (tempat file website disimpan), jasa pembuatan (desain dan pengembangan), serta pemeliharaan (pembaruan, cadangan, dan perpanjangan). Domain dan hosting biasanya dibayar setiap tahun. Jasa pembuatan sering dibayar sekali, tetapi banyak paket agensi menggabungkannya dengan biaya tahunan.

Selain itu, ada biaya yang sering tidak terlihat di awal: waktu pengurus untuk menyiapkan tulisan dan foto, email dengan domain sendiri, serta biaya transaksi jika website menerima pembayaran. Memisahkan komponen-komponen ini membantu Anda membandingkan penawaran secara adil.

Komponen biaya website yayasan
KomponenContohSifat biaya
Domainnamayayasan.or.id, .id, .org, .comTahunan
HostingHosting bersama (shared hosting), hosting website statisBulanan atau tahunan
Jasa pembuatanDesain, pengembangan, pengisian awal kontenSekali, atau digabung dalam paket tahunan
PemeliharaanPembaruan sistem, cadangan, perbaikanBerulang, atau waktu relawan/pengurus
Layanan tambahanEmail domain, formulir, payment gatewayTergantung layanan

Berapa harga domain .or.id, .id, .org, dan .com?

Domain .or.id adalah pilihan termurah di antara empat ekstensi ini, sekitar Rp48.900–Rp60.000 per tahun di penyedia yang kami cek. Domain .id dan .com berkisar sekitar Rp134.800–Rp249.000 per tahun, tergantung promo dan harga perpanjangan. Perhatikan harga perpanjangan, bukan hanya harga tahun pertama.

Domain .or.id ditujukan untuk organisasi dan komunitas. Menurut kebijakan PANDI, dokumennya akta notaris atau surat keterangan dari organisasi, ditambah identitas penanggung jawab; beberapa penyedia meminta dokumen tambahan. Baca panduan domain .or.id untuk yayasan untuk syarat dan langkahnya.

DomaiNesia menyatakan harganya belum termasuk PPN 11%. Rumahweb dan IDwebhost tidak mencantumkan keterangan pajak pada halaman harga domain yang kami cek, jadi pastikan total di keranjang belanja sebelum membayar.

Harga domain per tahun (daftar / perpanjangan), dicek 25 September 2026
Penyedia.or.id.id.com.org
RumahwebRp50.000 / Rp50.000Rp219.000 / Rp219.000Rp201.000 / Rp201.000Rp170.000 (promo) / Rp234.000
DomaiNesiaRp48.900 / Rp55.000Rp219.000 / Rp249.000Rp134.800 / Rp209.000Rp200.000 / Rp200.000
IDwebhostRp54.900Rp190.000 (promo)Rp199.900 (promo)Rp229.900

Sumber dan tanggal: Rumahweb: harga domain (dicek) ; DomaiNesia: harga domain (dicek) ; IDwebhost: domain murah (dicek)

Berapa biaya hosting untuk website yayasan?

Paket hosting bersama termurah di penyedia Indonesia yang kami cek berkisar Rp12.900–Rp19.900 per bulan pada harga promo. Harga normal dan perpanjangan bisa jauh lebih tinggi, dan beberapa promo hanya berlaku untuk kontrak panjang. Website profil yayasan dengan lalu lintas wajar umumnya cukup memakai paket awal.

Bandingkan total biaya selama masa kontrak dan harga setelah promo berakhir. Contohnya, promo Rp12.900 per bulan di Hostinger berlaku untuk paket 48 bulan dengan biaya perpanjangan Rp54.900 per bulan. Sebaliknya, DomaiNesia mencantumkan harga perpanjangan yang sama dengan harga promo untuk paket Nimbus One.

Website statis sederhana, seperti website profil tanpa sistem login, kadang dapat ditempatkan pada paket gratis penyedia hosting statis. Pilihan ini perlu seseorang yang memahami cara memperbarui isi, sehingga cocok bila ada relawan atau pengembang yang mendampingi.

Contoh paket hosting termurah, dicek 25 September 2026
Penyedia dan paketHarga promoCatatan
Hostinger SingleRp12.900/bulanUntuk paket 48 bulan; perpanjangan Rp54.900/bulan; belum termasuk PPN
Rumahweb EntryRp15.000/bulanHarga normal Rp25.000; promo berlaku tahun pertama
DomaiNesia Nimbus OneRp18.000/bulanPerpanjangan Rp18.000/bulan
IDwebhost GigaRp19.900/bulanHarga normal Rp59.900; belum termasuk PPN 11%

Sumber dan tanggal: Hostinger: hosting murah (dicek) ; Rumahweb: hosting murah (dicek) ; DomaiNesia: hosting (dicek) ; IDwebhost: hosting murah (dicek)

Berapa harga jasa pembuatan website yayasan?

Paket jasa pembuatan website yayasan yang dipublikasikan agensi di Indonesia berkisar dari Rp390.000 untuk paket templat sederhana hingga Rp5,5–6,8 juta untuk website penggalangan dana. Sebagian besar paket termasuk domain dan hosting pada tahun pertama, lalu menagih perpanjangan tahunan. Periksa apa yang termasuk dalam biaya perpanjangan dan apakah website dapat dipindahkan.

Paket murah biasanya memakai templat yang sudah jadi dengan jumlah halaman terbatas. Paket yang lebih mahal menambahkan desain khusus, fitur donasi, atau laporan. Sebelum membandingkan harga, tuliskan halaman dan fungsi yang benar-benar Anda perlukan.

Tanyakan juga kepemilikan. Ada penyedia yang menyatakan sistem websitenya tidak dapat dipindahkan ke tempat lain. Artinya, jika berhenti berlangganan, organisasi mungkin harus membangun ulang. Pastikan domain terdaftar atas nama organisasi, bukan atas nama penyedia jasa.

Contoh harga paket jasa yang dipublikasikan, dicek 25 September 2026
Penyedia dan paketHarga awalPerpanjanganCatatan
Velocity Developer, Paket ERp390.000Rp311.000/tahunTermasuk hosting 150 MB
VLOBS, website yayasanMulai Rp650.000TahunanPerpanjangan mencakup domain, hosting, dan pemeliharaan sistem
ResolusiWeb, WP HematRp1.900.000Rp950.000/tahun5 halaman, domain, hosting, SSL
Donasii, Crowdfunding ProRp5.500.000Tidak tercantumWebsite penggalangan dana

Sumber dan tanggal: Velocity Developer: website yayasan (dicek) ; VLOBS: jasa pembuatan website yayasan (dicek) ; ResolusiWeb: jasa website organisasi (dicek) ; Donasii: harga (dicek)

Berapa anggaran website yayasan per tahun?

Untuk website profil sederhana, anggaran tahunan minimal kira-kira setara biaya domain .or.id, sekitar Rp50.000, jika memakai pembuat website gratis. Dengan hosting sendiri, anggaran naik menjadi sekitar Rp266.000 per tahun sebelum pajak. Paket agensi yang kami cek menagih sekitar Rp311.000–Rp950.000 per tahun setelah tahun pertama.

Contoh perhitungan di bawah memakai harga domain .or.id Rp50.000–Rp55.000 per tahun dan hosting DomaiNesia Rp18.000 per bulan dari tabel di atas. Angka ini bukan penawaran; gunakan sebagai titik awal untuk menyusun anggaran.

Contoh anggaran website yayasan (perkiraan sebelum pajak)
PilihanTahun pertamaTahun berikutnyaYang perlu disiapkan
Pembuat website gratis + domain .or.id± Rp50.000± Rp50.000–Rp55.000Waktu pengurus untuk menyusun dan memperbarui isi
WordPress di hosting sendiri + domain .or.id± Rp266.000± Rp266.000Seseorang yang merawat pembaruan dan cadangan
Paket agensi murahRp390.000–Rp650.000Rp311.000 ke atasPeriksa batas halaman dan kepemilikan
Paket agensi lengkapRp1,9 juta ke atasRp950.000 ke atasPeriksa isi biaya perpanjangan
Kode Nirlaba (proyek diterima)Rp0 jasa + domain/hosting pilihan organisasiDomain/hosting pilihan organisasiPengelola dari organisasi dan kesepakatan pendampingan

Biaya apa yang sering terlupa?

Yang paling sering terlupa adalah harga perpanjangan setelah promo, PPN, email dengan domain sendiri, dan biaya transaksi donasi. Risiko terbesar justru domain yang lupa diperpanjang atau terdaftar atas nama mantan pengurus. Catat tanggal jatuh tempo dan pemilik setiap akun.

  • Perpanjangan: harga tahun kedua bisa beberapa kali lipat harga promo.
  • Pajak: beberapa penyedia mencantumkan harga belum termasuk PPN 11%.
  • Email organisasi: tidak semua paket hosting menyertakan email; program seperti Google Workspace for Nonprofits bisa menjadi pilihan bagi organisasi yang memenuhi syarat.
  • Biaya donasi online: platform dan payment gateway mengenakan biaya per transaksi. Lihat panduan donasi online untuk yayasan.
  • Waktu pengurus: tulisan, foto, dan laporan kegiatan perlu diperbarui secara rutin.

Bagaimana cara menghemat biaya website yayasan?

Mulailah dari halaman yang benar-benar dibutuhkan, pilih domain .or.id jika memenuhi syarat, bandingkan harga perpanjangan, dan hindari sistem yang tidak bisa dipindahkan. Organisasi sosial juga dapat mengajukan bantuan jasa pengembangan gratis ke Kode Nirlaba atau memakai program teknologi untuk nonprofit.

Hemat tidak berarti memilih yang termurah. Website yang tidak diperbarui atau hilang karena akun tidak jelas justru lebih mahal. Pastikan setidaknya dua pengurus dapat mengakses akun domain dan hosting.

Jika Anda ingin membangun sendiri, ikuti langkah membuat website yayasan. Untuk daftar pilihan tanpa biaya jasa, baca pilihan website gratis untuk yayasan atau ajukan pembuatan website yayasan ke Kode Nirlaba.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah website yayasan bisa gratis sepenuhnya?

Bisa, jika memakai pembuat website gratis dengan subdomain penyedia, tetapi biasanya ada iklan atau batasan fitur. Untuk alamat sendiri seperti namayayasan.or.id, tetap ada biaya domain sekitar Rp50.000 per tahun.

Mengapa harga perpanjangan lebih mahal dari harga awal?

Banyak penyedia memberi potongan untuk tahun pertama atau kontrak panjang. Setelah masa promo, harga kembali ke tarif normal. Selalu bandingkan harga perpanjangan dan total biaya beberapa tahun.

Apakah harga domain dan hosting sudah termasuk PPN?

Tidak selalu. DomaiNesia, IDwebhost, dan Hostinger menyatakan harga tertentu belum termasuk pajak. Periksa total akhir di keranjang belanja sebelum membayar.

Apakah Kode Nirlaba menagih biaya pembuatan website?

Tidak. Jasa pengembangan gratis untuk proyek yang diterima. Domain, hosting, dan layanan pihak ketiga dibahas terpisah dan tetap menjadi milik organisasi.

Apa yang sebaiknya dibaca selanjutnya?

Gunakan panduan terkait untuk menyiapkan langkah berikutnya. Jika masih ragu menentukan kebutuhan, ceritakan kendala organisasi kepada kami. Mulai dengan contoh alur kerja tanpa menyertakan data pribadi penerima manfaat.