Panduan

Website gratis untuk yayasan: pilihan program, syarat, dan batasannya.

Diperbarui · Penulis: Kaiser Khan

Jawaban singkat Ditinjau

Di mana yayasan bisa mendapatkan website gratis?

Pilihan yang kami verifikasi per 25 September 2026 antara lain jasa pengembangan gratis dari Kode Nirlaba, hosting dan domain .or.id gratis dari program nonprofit DomaiNesia untuk yayasan terdaftar, hosting dan pembuatan website dari Aplikasia dengan kewajiban tautan balik, website gratis satu tahun dari Arpateam, serta pembuat website gratis seperti Google Sites. Bandingkan masa berlaku, kewajiban logo atau tautan, dan siapa pemilik domainnya.

Program website gratis apa saja yang tersedia untuk yayasan?

Ada tiga jenis bantuan: jasa pembuatan gratis (Kode Nirlaba, Jasaweb CSR), paket hosting dan domain gratis untuk nonprofit (DomaiNesia, Aplikasia, Arpateam), dan pembuat website gratis (Google Sites, WordPress.com). Masing-masing punya syarat dokumen, batas waktu, atau kewajiban berbeda seperti di tabel berikut.

Program website gratis untuk yayasan, dicek 25 September 2026
ProgramYang gratisMasa berlakuSyarat utamaKewajiban atau catatan
Kode NirlabaJasa pemetaan kebutuhan, desain, pengembangan, dan pengujianSelama proyek dan masa pendampingan yang disepakatiOrganisasi sosial di Indonesia, termasuk yang belum berbadan hukum; ditinjau per proyekDomain dan hosting dibahas terpisah dan milik organisasi
DomaiNesia untuk nonprofitHosting Nimbus One dan domain .or.idDisebut "selamanya", ditinjau tiap tahun selama website aktifYayasan terdaftar (akta, SK pengesahan, NPWP); bidang kemanusiaan, pendidikan, atau lingkungan; bukan organisasi politik atau keagamaanMemasang logo dan tautan DomaiNesia serta logo PANDI
AplikasiaHosting mulai 5 GB dan pembuatan website; .or.id gratis untuk yayasan berbadan hukumSelama kegiatan sosial aktifBadan hukum diutamakan; tidak untuk layanan komersialTautan balik ke aplikasia.id
ArpateamPembuatan website, hosting, domain, SSL, dan pemeliharaan1 tahun; perpanjangan paket yayasan Rp750.000/tahunSurat permohonan, surat keterangan, KTP admin; kuota satu website gratis per bulanWajib memperbarui website minimal sebulan sekali
Jasaweb CSRPembuatan websiteTidak tercantumFormulir meminta NPWP, NIB, dan akta notarisDesain ditentukan Jasaweb; halaman program tampak tidak diperbarui sejak 2023
Google SitesPembuat websiteTidak dibatasiAkun GoogleDomain sendiri dapat dihubungkan
WordPress.com GratisWebsite di subdomain wordpress.comTidak dibatasiAkun WordPress.comMenampilkan iklan; tanpa domain sendiri dan plugin

Sumber dan tanggal: DomaiNesia: hosting untuk organisasi nonprofit (dicek) ; Aplikasia: web gratis untuk non-profit (dicek) ; Arpateam: website gratis (dicek) ; Jasaweb CSR (dicek) ; Google Sites: domain kustom (dicek) ; WordPress.com: paket gratis (dicek)

Apa bedanya jasa gratis, hosting gratis, dan pembuat website gratis?

Jasa gratis berarti orang lain membangun website untuk Anda tanpa biaya jasa. Hosting gratis berarti tempat penyimpanan website tidak dibayar, tetapi Anda mungkin tetap perlu membangunnya. Pembuat website gratis menyediakan alat untuk membangun sendiri. Banyak program menggabungkan dua atau tiga hal ini dengan syarat tertentu.

Pertimbangkan siapa yang akan memperbarui isi setelah website jadi. Website yang dibuat pihak lain tetap perlu pengelola dari organisasi. Jika tidak ada yang bisa memperbarui isi, pembuat website sederhana yang mudah dipakai pengurus mungkin lebih tepat daripada sistem yang lengkap.

Syarat apa yang biasanya diminta program website gratis?

Program hosting nonprofit biasanya meminta akta pendirian, SK pengesahan badan hukum, NPWP organisasi, KTP pengurus, dan bukti kegiatan seperti laporan tahunan. Beberapa program membatasi bidang kegiatan, misalnya DomaiNesia mengecualikan organisasi politik dan keagamaan. Komunitas yang belum berbadan hukum lebih cocok memakai pembuat website gratis atau jasa yang menerima komunitas.

Siapkan dokumen dalam bentuk digital yang jelas sebelum mendaftar. Pastikan nama organisasi sama di semua dokumen dan di formulir pendaftaran. Kode Nirlaba tidak meminta dokumen legalitas untuk percakapan awal; ceritakan kegiatan dan siapa yang akan mengelola website.

Kewajiban apa yang perlu dicek sebelum mendaftar?

Periksa lima hal: masa berlaku gratis dan biaya setelahnya, kewajiban memasang logo atau tautan penyedia, atas nama siapa domain didaftarkan, apakah website dapat dipindahkan, dan siapa yang menentukan desain. Hal-hal ini menentukan biaya dan kendali organisasi dalam jangka panjang.

  • Masa berlaku: gratis satu tahun berbeda jauh dengan gratis selama aktif. Arpateam, misalnya, menagih Rp750.000 per tahun untuk paket yayasan setelah tahun pertama.
  • Logo dan tautan: DomaiNesia dan Aplikasia mewajibkan logo atau tautan balik di website Anda.
  • Kepemilikan domain: pastikan domain terdaftar atas nama organisasi agar tidak hilang bila program berakhir.
  • Pemindahan: tanyakan apakah file website dan data dapat diambil jika Anda pindah penyedia.
  • Kewajiban aktif: beberapa program meninjau keaktifan website setiap tahun atau mewajibkan pembaruan berkala.

Bagaimana memilih program yang tepat?

Jika organisasi terdaftar dan hanya perlu hosting, program nonprofit seperti DomaiNesia bisa cocok. Jika belum ada yang bisa membangun website, pilih program yang menyertakan jasa pembuatan. Jika website perlu terhubung dengan pendaftaran relawan atau pencatatan donasi, pilih bantuan yang memetakan alur kerja, bukan hanya membuat halaman.

Untuk memperkirakan biaya setelah masa gratis berakhir, baca rincian biaya website yayasan. Untuk syarat domain organisasi, baca panduan domain .or.id. Organisasi berbadan hukum juga dapat memanfaatkan program teknologi gratis untuk nonprofit, termasuk Google Workspace dengan email di domain sendiri.

Bagaimana mengajukan website gratis ke Kode Nirlaba?

Isi formulir singkat di halaman kontak: ceritakan kegiatan organisasi, apa yang ingin dipermudah, dan siapa yang akan mengelola website. Tidak perlu proposal teknis. Kami meninjau kebutuhan dan kapasitas, lalu membalas dalam beberapa hari kerja. Jika cocok, ruang lingkup dan pendampingan disepakati sebelum mulai.

Kode Nirlaba paling membantu untuk website yang terhubung dengan pekerjaan nyata, seperti pendaftaran relawan, informasi program, atau laporan kegiatan. Untuk website profil yang sangat sederhana, kami mungkin menyarankan alat siap pakai agar pengurus bisa mengelolanya sendiri.

  1. Isi formulir pengajuan bantuan dalam bahasa Indonesia.
  2. Kami meninjau kebutuhan dan membalas dalam beberapa hari kerja.
  3. Jika cocok, ruang lingkup, jadwal, pemilik akun, dan masa pendampingan disepakati tertulis.
  4. Website dibangun, diuji bersama tim Anda, lalu diserahkan dengan panduan penggunaan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ada website gratis selamanya untuk yayasan?

Beberapa program, seperti program nonprofit DomaiNesia dan Aplikasia, menyebut gratis selama website atau kegiatan masih aktif, dengan syarat dan peninjauan tertentu. Pembuat website seperti Google Sites juga dapat dipakai tanpa batas waktu.

Apakah yayasan yang belum berbadan hukum bisa mendapat website gratis?

Bisa, melalui pembuat website gratis atau jasa yang menerima komunitas, seperti Kode Nirlaba. Program hosting nonprofit tertentu mensyaratkan yayasan terdaftar dengan akta, SK pengesahan, dan NPWP.

Mengapa program website gratis meminta tautan balik?

Tautan atau logo di website Anda menjadi bentuk promosi bagi penyedia. Ini bukan masalah selama disepakati dengan jelas, tetapi pertimbangkan tampilannya dan apa yang terjadi jika Anda ingin menghapusnya.

Apakah Kode Nirlaba juga memberi hosting gratis?

Kode Nirlaba memberi jasa pengembangan tanpa biaya. Hosting dipilih bersama sesuai kebutuhan; sebagian layanan memiliki paket gratis, dan biaya yang ada disepakati sebelum mulai serta tetap atas nama organisasi.

Apa yang sebaiknya dibaca selanjutnya?

Gunakan panduan terkait untuk menyiapkan langkah berikutnya. Jika masih ragu menentukan kebutuhan, ceritakan kendala organisasi kepada kami. Mulai dengan contoh alur kerja tanpa menyertakan data pribadi penerima manfaat.