Siapa yang boleh memakai domain .or.id?
Domain .or.id ditujukan untuk organisasi yang beroperasi di Indonesia: organisasi sosial, politik, kepemudaan, dan kemasyarakatan, perkumpulan, komunitas, himpunan, dan kelompok sejenis. Kebijakan PANDI versi 10.0 tidak mensyaratkan status badan hukum, sehingga komunitas yang belum berbadan hukum juga dapat mendaftar dengan surat keterangan.
Ini berbeda dari beberapa informasi lama yang menyebut .or.id hanya untuk yayasan berbadan hukum. Program hosting gratis tertentu memang mensyaratkan yayasan terdaftar, tetapi itu syarat program, bukan syarat domain.
Dokumen apa yang diperlukan untuk domain .or.id?
Kebijakan PANDI meminta akta notaris atau surat keterangan dari organisasi yang bersangkutan, ditambah identitas yang sah seperti KTP-el atau paspor. Setiap domain juga memerlukan email yang terverifikasi dan alamat yang jelas. Beberapa registrar meminta dokumen tambahan, misalnya SK susunan pengurus.
Jika organisasi belum memiliki akta, siapkan surat keterangan yang ditandatangani penanggung jawab. PANDI tidak menerbitkan format baku di halaman yang kami cek, jadi gunakan templat dari registrar bila tersedia. Isi yang umum dicantumkan:
- Nama organisasi dan alamat sekretariat.
- Bidang dan gambaran singkat kegiatan.
- Nama, jabatan, dan kontak penanggung jawab.
- Nama domain yang diajukan dan pernyataan bahwa domain dipakai untuk kegiatan organisasi.
- Tanggal, tanda tangan, dan stempel organisasi bila ada.
Berapa harga domain .or.id?
Harga domain .or.id di penyedia yang kami cek berkisar Rp48.900–Rp60.000 untuk tahun pertama, dengan perpanjangan Rp49.000–Rp60.000 per tahun. Harga ini jauh lebih murah daripada .id, .com, atau .org. Periksa apakah harga sudah termasuk PPN sebelum membayar.
Pilih registrar yang tercantum di daftar registrar resmi PANDI, atau pastikan penyedia Anda bekerja sama dengan registrar resmi. Dari empat penyedia di bawah, DomaiNesia tidak tercantum dalam daftar registrar resmi PANDI yang kami cek.
| Penyedia | Pendaftaran | Perpanjangan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Jagoan Hosting | Rp49.000 | Rp49.000 | Registrar resmi PANDI |
| Rumahweb | Rp50.000 | Rp50.000 | Terdaftar sebagai Digital Registra |
| Hostinger Indonesia (d/h Niagahoster) | Rp60.000 | Rp60.000 | Belum termasuk PPN |
| DomaiNesia | Rp48.900 (promo) | Rp55.000 | Belum termasuk PPN 11%; tidak tercantum di daftar registrar PANDI |
Bagaimana cara mendaftar domain .or.id?
Pilih nama, periksa ketersediaannya di situs registrar, siapkan akta atau surat keterangan serta identitas, lalu daftar dan bayar melalui registrar terakreditasi. Setelah dokumen diperiksa dan email diverifikasi, domain aktif dan dapat dihubungkan ke hosting atau pembuat website.
Kebijakan PANDI tidak menetapkan lama pemeriksaan dokumen, sehingga waktunya bergantung pada registrar. Registrar dapat menolak permohonan dengan dokumen yang tidak lengkap atau tidak benar.
- Pilih nama domain yang pendek dan sesuai nama organisasi, misalnya namayayasan.or.id.
- Periksa ketersediaan nama di situs registrar.
- Siapkan akta notaris atau surat keterangan organisasi, serta KTP-el penanggung jawab.
- Buat akun atas nama organisasi dengan email organisasi, lalu lakukan pemesanan dan pembayaran.
- Unggah dokumen dan verifikasi email pemilik domain.
- Setelah disetujui, hubungkan domain ke hosting atau pembuat website melalui pengaturan DNS.
Domain .or.id, .id, atau .org: mana yang cocok untuk yayasan?
Pilih .or.id jika organisasi beroperasi di Indonesia dan dapat menyiapkan akta atau surat keterangan; harganya paling murah dan langsung menandakan organisasi. Domain .id cocok untuk individu dan badan hukum. Domain .org dikenal secara internasional dan dapat dipakai siapa saja, tetapi harganya beberapa kali lipat.
| Domain | Untuk siapa | Dokumen | Kisaran harga per tahun |
|---|---|---|---|
| .or.id | Organisasi, perkumpulan, dan komunitas di Indonesia | Akta atau surat keterangan + identitas | Rp49.000–Rp60.000 |
| .id | Individu dan badan hukum | Identitas pendaftar | Rp190.000–Rp249.000 |
| .org | Siapa saja, tanpa batasan khusus | Tidak ada dokumen organisasi | Rp170.000–Rp234.000 |
Bagaimana menjaga domain yayasan tetap aman?
Daftarkan domain atas nama organisasi dengan email organisasi, beri akses kepada minimal dua pengurus, aktifkan perpanjangan otomatis atau pengingat, dan catat tanggal kedaluwarsa. Jangan biarkan domain dikuasai vendor atau satu relawan saja.
Domain yang kedaluwarsa dapat membuat website dan email organisasi berhenti bekerja, dan nama tersebut bisa didaftarkan pihak lain. PANDI mengizinkan masa pendaftaran 1–10 tahun, sehingga organisasi dapat membayar beberapa tahun sekaligus untuk mengurangi risiko lupa.
Setelah domain siap, lanjutkan dengan langkah membuat website yayasan, atau ajukan pembuatan website yayasan ke Kode Nirlaba.