# Cara Membuat Website Yayasan: 8 Langkah dan Halaman Wajib

Langkah membuat website yayasan dari tujuan, struktur menu, domain .or.id, pilihan platform, hingga pendaftaran ke Google. Lengkap dengan daftar halaman wajib.

> Diperbarui 2026-09-25. Source: https://kodenirlaba.org/panduan/cara-membuat-website-yayasan/

[Kode Nirlaba](/) / [Panduan](/panduan/) / Cara Membuat Website Yayasan: 8 Langkah dan Halaman Wajib   Panduan

 Cara membuat website yayasan, dari rencana isi hingga tampil di Google.

 Diperbarui 25 September 2026 · Penulis: [Kaiser Khan](/penulis/kaiser-khan/)

    Jawaban singkat Ditinjau 25 September 2026  Bagaimana cara membuat website yayasan?

 Tentukan tujuan dan pengunjung utama, susun halaman inti (profil dan legalitas, program, laporan, kegiatan, cara mendukung, dan kontak), daftarkan domain atas nama organisasi, lalu pilih cara membangun: pembuat website gratis, WordPress di hosting, atau bantuan pengembang. Setelah diuji di ponsel, daftarkan ke Google Search Console dan tetapkan siapa yang memperbarui isi setiap bulan.

   Batas layanan

 Panduan ini untuk pengurus yang ingin memahami prosesnya, baik membangun sendiri maupun bersama pengembang. Jika Anda hanya perlu satu halaman kontak sementara, profil di Google atau media sosial mungkin cukup untuk saat ini.

    Di halaman ini

 - [Langkah 1: Apa tujuan website dan siapa pengunjungnya?](#bagian-1)- [Langkah 2: Halaman apa saja yang wajib ada di website yayasan?](#bagian-2)- [Langkah 3: Bagaimana memilih domain website yayasan?](#bagian-3)- [Langkah 4: Pilih cara membangun website](#bagian-4)- [Langkah 5: Tulis isi yang jelas dan dapat dipercaya](#bagian-5)- [Langkah 6: Uji di ponsel, kecepatan, dan kemudahan akses](#bagian-6)- [Langkah 7: Daftarkan website ke Google dan mesin pencari lain](#bagian-7)- [Langkah 8: Tetapkan pengelola dan jadwal pembaruan](#bagian-8)   Langkah 1: Apa tujuan website dan siapa pengunjungnya?

Tuliskan satu atau dua tujuan utama, misalnya "calon relawan bisa mendaftar" atau "calon penerima manfaat memahami syarat program". Lalu tentukan pengunjung utama: donatur, relawan, penerima manfaat, mitra, atau pemerintah. Tujuan inilah yang menentukan halaman dan tombol yang paling penting.

Website yang mencoba melayani semua orang sekaligus biasanya membingungkan. Pilih satu tindakan utama untuk setiap kelompok pengunjung. Misalnya, donatur perlu melihat laporan dan cara menyumbang, sedangkan calon relawan perlu jadwal dan formulir.

Langkah 2: Halaman apa saja yang wajib ada di website yayasan?

Halaman inti website yayasan adalah Beranda, Tentang Kami (profil, legalitas, dan pengurus), Program, Laporan, Kegiatan atau Berita, Dukung Kami (donasi, relawan, kemitraan), dan Kontak. Tambahkan kebijakan privasi jika website mengumpulkan data melalui formulir.

Legalitas membangun kepercayaan. Cantumkan nama resmi yayasan, nomor SK pengesahan badan hukum, dan alamat. Laporan sebaiknya mencantumkan periode dan sumber angka. Foto penerima manfaat hanya dipublikasikan dengan izin.

Contoh struktur menu website yayasan. Sesuaikan dengan program dan kapasitas pengelola.Halaman inti website yayasanHalamanIsi utamaMengapa pentingBerandaRingkasan siapa Anda, program utama, tombol tindakanPengunjung memutuskan dalam beberapa detik apakah halaman ini relevanTentang KamiVisi misi, sejarah, pengurus, nomor SK badan hukumMembuktikan organisasi nyata dan dapat dihubungiProgramSatu halaman per program: tujuan, sasaran, wilayah, syarat, cara ikutMenjawab pertanyaan yang paling sering dicariLaporanLaporan kegiatan dan keuangan per periodeTransparansi bagi donatur dan mitraKegiatan/BeritaKabar terbaru, agenda, dokumentasi berizinMenunjukkan organisasi masih aktifDukung KamiCara donasi, pendaftaran relawan, kemitraanMengubah minat menjadi tindakanKontakFormulir, email resmi, alamat, jam layananMemudahkan pertanyaan diteruskan ke orang yang tepatKebijakan privasiData apa yang dikumpulkan dan untuk apaDiperlukan jika ada formulir; lihat panduan UU PDPLangkah 3: Bagaimana memilih domain website yayasan?

Pilih nama yang pendek, mudah dieja, dan sama dengan nama organisasi. Domain .or.id khusus organisasi dan paling murah, sekitar Rp50.000 per tahun, tetapi memerlukan dokumen. Domain .id, .org, atau .com dapat dipakai tanpa dokumen organisasi. Daftarkan domain atas nama organisasi, bukan atas nama pribadi atau vendor.

Simpan akses akun domain pada setidaknya dua pengurus dan catat tanggal perpanjangannya. Domain yang kedaluwarsa dapat membuat website dan email berhenti bekerja. Baca [panduan domain .or.id untuk yayasan](/panduan/domain-or-id-untuk-yayasan/) untuk syarat dokumen, dan [rincian biaya website yayasan](/panduan/biaya-membuat-website-yayasan/) untuk perbandingan harga.

Langkah 4: Pilih cara membangun website

Ada tiga pilihan umum: pembuat website gratis seperti Google Sites, WordPress di hosting sendiri, atau website yang dibuat pengembang. Pilih berdasarkan siapa yang akan memperbarui isi dan fungsi yang dibutuhkan, bukan hanya harga atau tampilan.

Untuk website profil dengan beberapa halaman, pembuat website gratis sering sudah cukup. Jika ada pendaftaran, jadwal, atau data yang perlu dikelola tim, website perlu dirancang bersama alur kerjanya. Baca [perbandingan aplikasi khusus dan alat siap pakai](/panduan/kustom-vs-siap-pakai/) sebelum memutuskan.

Perbandingan cara membangun website yayasanCaraCocok untukPerlu diperhatikanPembuat website gratis (misalnya Google Sites)Profil sederhana yang diperbarui pengurus sendiriDesain dan fitur terbatas; paket gratis WordPress.com menampilkan iklanWordPress di hosting sendiriOrganisasi dengan banyak artikel atau halaman programPerlu pembaruan rutin, cadangan, dan keamananDibuat pengembangWebsite yang terhubung dengan formulir, jadwal, atau dataPastikan kode, akun, dan dokumentasi diserahkan ke organisasiSumber dan tanggal:
 [Google Sites: domain kustom](https://support.google.com/sites/answer/9068867) (dicek25 September 2026)
; [WordPress.com: harga](https://wordpress.com/id/pricing/) (dicek25 September 2026)

Langkah 5: Tulis isi yang jelas dan dapat dipercaya

Tulis dalam bahasa Indonesia yang sederhana. Setiap halaman program menjawab: apa programnya, siapa yang bisa ikut, di mana, syaratnya apa, dan bagaimana caranya. Hindari klaim yang tidak bisa dibuktikan, testimoni tanpa izin, dan angka tanpa sumber atau periode.

Gunakan judul yang menjelaskan isi, misalnya "Beasiswa Anak Nelayan Cilacap 2026", bukan hanya "Program". Judul yang spesifik membantu pengunjung dan mesin pencari memahami halaman. Letakkan jawaban terpenting di paragraf pertama.

- Satu halaman untuk satu program atau topik.- Tanggal pembaruan pada halaman yang informasinya bisa berubah.- Teks alternatif (alt) yang menjelaskan isi foto.- Tombol dengan kata kerja yang jelas, misalnya "Daftar jadi relawan".Langkah 6: Uji di ponsel, kecepatan, dan kemudahan akses

Sebagian besar pengunjung membuka website dari ponsel. Uji setiap halaman di layar kecil, pastikan teks terbaca tanpa perbesaran, tombol mudah disentuh, dan formulir bisa dikirim. Kompres foto sebelum diunggah agar halaman cepat dimuat di jaringan seluler.

Minta dua atau tiga orang di luar tim mencoba tugas nyata, misalnya mencari syarat program lalu menghubungi pengurus. Catat di mana mereka bingung. Periksa juga kontras warna dan label formulir agar website dapat digunakan lebih banyak orang.

Langkah 7: Daftarkan website ke Google dan mesin pencari lain

Setelah website aktif, verifikasi di Google Search Console dan kirim sitemap XML agar halaman lebih cepat ditemukan. Lakukan hal yang sama di Bing Webmaster Tools. Jika yayasan memiliki kantor yang dapat dikunjungi, buat atau klaim Profil Bisnis Google dengan alamat dan jam yang benar.

Pendaftaran membantu Google menemukan halaman, tetapi tidak menjamin peringkat. Isi yang berguna, judul yang jelas, dan tautan dari organisasi mitra atau media lokal lebih berpengaruh. Periksa laporan Search Console setiap bulan untuk melihat halaman yang belum terindeks.

Sumber dan tanggal:
 [Google Search Console](https://search.google.com/search-console/about) (dicek25 September 2026)
; [Bing Webmaster Tools](https://www.bing.com/webmasters/about) (dicek25 September 2026)

Langkah 8: Tetapkan pengelola dan jadwal pembaruan

Tunjuk satu penanggung jawab isi dan satu cadangan. Buat jadwal sederhana: kabar kegiatan setiap bulan, laporan setiap periode, dan pemeriksaan tautan serta formulir setiap tiga bulan. Simpan kata sandi di pengelola kata sandi dan hapus akses pengurus yang sudah tidak aktif.

Website yang tidak diperbarui selama bertahun-tahun dapat mengurangi kepercayaan. Lebih baik sedikit halaman yang selalu benar daripada banyak halaman yang usang. Jika kapasitas tim terbatas, tulis status yang jujur, misalnya "pendaftaran dibuka kembali Januari".

Jika Anda memerlukan bantuan membangun atau merapikan website, Kode Nirlaba menyediakan [pembuatan website yayasan tanpa biaya jasa](/layanan/pembuatan-website-yayasan/) untuk proyek yang diterima.

 Dari panduan ke langkah berikutnya

[Pembuatan website yayasan →](/layanan/pembuatan-website-yayasan/)

Jelaskan program, terima pendaftaran, dan bantu masyarakat menemukan kontak yang tepat.

[Website gratis untuk yayasan →](/panduan/website-gratis-untuk-yayasan/)

Bandingkan program gratis, masa berlaku, syarat, dan kewajibannya.

[Template kebutuhan proyek →](/template-kebutuhan-proyek/)

Gunakan contoh sederhana untuk menjelaskan tujuan, kendala, dan hasil yang dibutuhkan.

    Pertanyaan yang sering diajukan

  Berapa lama membuat website yayasan? Website profil sederhana dengan materi yang sudah siap dapat selesai dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Waktu terlama biasanya menyiapkan tulisan, foto, dan persetujuan pengurus, bukan pembuatan teknisnya.

  Apakah website yayasan wajib memakai domain .or.id? Tidak wajib. Domain .or.id menandakan organisasi dan harganya murah, tetapi memerlukan dokumen. Domain .id, .org, atau .com juga dapat dipakai. Yang terpenting, domain terdaftar atas nama organisasi.

  Apakah bisa membuat website yayasan gratis? Bisa, dengan pembuat website gratis atau bantuan jasa pengembangan gratis. Biaya yang biasanya tetap ada adalah domain sendiri. Baca [pilihan website gratis untuk yayasan](/panduan/website-gratis-untuk-yayasan/).

  Apakah perlu mencantumkan nomor legalitas di website? Sangat dianjurkan. Nama resmi, nomor SK pengesahan badan hukum, dan alamat membantu donatur, mitra, dan program seperti Google for Nonprofits memeriksa identitas organisasi.

    Apa yang sebaiknya dibaca selanjutnya?

  Gunakan panduan terkait untuk menyiapkan langkah berikutnya. Jika masih ragu menentukan kebutuhan, ceritakan kendala organisasi kepada kami. Mulai dengan contoh alur kerja tanpa menyertakan data pribadi penerima manfaat. 

  - [Biaya Membuat Website Yayasan: Rincian Komponen 2026](/panduan/biaya-membuat-website-yayasan/)- [Domain .or.id untuk Yayasan: Syarat, Dokumen, dan Harga](/panduan/domain-or-id-untuk-yayasan/)- [Website Gratis untuk Yayasan: Daftar Program dan Syaratnya](/panduan/website-gratis-untuk-yayasan/) - [Semua alat bantu perencanaan proyek](/alat/) - [Alat kustom atau siap pakai](/alat/kustom-atau-siap-pakai/) - [Cek kemitraan](/alat/cek-kemitraan/) - [Ajukan bantuan](/kontak/)
